Tugas 5

Standard

1. Sebutkan perbedaan ari manajemen dan organisasi?

Hal yang berbeda antara organisasi dan manajemen adalah organisasi sebagai alat atau wadah sekelompok orang dalam mencapai tujuan tertentu, sedangkan manajemen lebih mengarah kepada pengaturan atau pengelolaan untuk mencapai tujuan tersebut, adapun persamaan dari organisasi dan manajemen ialah sama-sama memiliki sasaran dan tujuan tertentu yang ingin dicapai.

 

2. Mengapa manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap aktivitas kita? Jelaskan!

Manajemen mempunyai arti melaksanakan dan mengatur. Setiap orang memiliki aktivitas yang berbeda-beda, setiap orang pun memiliki aktivitas lebih dari satu. Setiap akyivitas yang ada diharuskan untuk di manajemen (diatur).dengan adanya manajemen aktivitas yang ada dapat berjalan dengan rapi dan teratur. Aktivitas berjalan dengan selarah karena adanya pengaturan waktu. Sehingga tujuan-tujuan yang ingin tercapai dapat terlaksana sedemikin rupa.

Sehingga dengan ada nya manajemen dalam setiap aktivitas kita maka, aktivitas tersebut dapat terencana, terorganisir dan terarah

 

3.  Apa yang dimaksud prinsip koordinasi dan mengapa prinsip tersebuat diperlukan?

Dalam mengadakan sebuah koordinasi dibutuhkan prinsip-prinsip. Koordinasi antar bagian dan antar individu didalam organisasi akan tercapai bilamana diikuti dengan 3 prinsip, yaitu

  • Prinsip kontak langsung

Menyatakan bahwa koordinasi berjalan baik jika antar manusia mamiliki hubungan yang baik pula. Hubungan langsung dapat berupa pertukaran gagasan atau pendapat. Semua pendapat bisa dikemukakan secara detail sehingga tercipa saling pengertian yang mendalam.

  • Prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi

Penekanan informasi pada setiap bagian-bagian perusahaan sangat diperlukan. Sehingga  informasi tidak hanya tersebar pada beberapa bagian saja. dengan begitu tidak terjadi kesalahan.

  • Hubungan yang timbal balik diantara factor-faktor yang ada

Masing-masing individu dalam setiap pekerjaanya akan saling memberikan pengaruh yang berbeda-beda, perbendaan ersebut memungkinkan diantaa mereka mengadakan hubungan yang rutin.

Denga prinsip tersebut, koordimasi dapat berjalan baik dan memiliki kesinambungan yang baik pula.

 

4. Apa yang dimaksud manajer egektif an manajer  efesien?

  • Manajer  yang efektif adalah manajer  yang didukung oleh seluruh lapisan karyawan dengan integritas untuk merealisasikan rencana dan target perusahaan. Apabila manajemen lalai menyatukan visi bersama kepada seluruh lapisan karyawan dan pimpinan, maka manajemen akan kehilangan kekuatan untuk menjalankan semua program kerja. Akibatnya, manajemen akan selalu merasa kualitas karyawan tidak pernah cukup untuk memenuhi tantangan organisasi. Padahal persoalan kekurangan itu ada pada ketidakmampuan manajemen untuk menginternalisasikan visi perusahaan kepada seluruh lapisan karyawan dan pimpinan.
  • Manajer yang efesien adalah manajer  yang cepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya),  mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat,  berdaya guna, bertepat guna. Sedangkan definisi dari efisien yaitu Sedangkan efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Misalnya suatu pekerjaan dapat dikerjakan dengan cara A dan cara B. Untuk cara A dapat dikerjakan selama 1 jam sedangkan cara B dikerjakan dengan waktu 3 jam. dengan begitu dengan cara A (cara yang benar) baru bisa dikatakan cara yang efisien bila dibandingkan dengan cara B.

 

5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi?

Tujuan
Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun
hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan
tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota..

Tantangan
Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau
flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri
manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan
tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan
yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan
kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.

Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan.
Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan.
Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu tugas atau
pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu criteria yang dapat
dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah
tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat
dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja
menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah
maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak
akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.

Keakraban
Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain,
setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling
menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara
hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting
karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan
komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota team.

Tanggungjawab
Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu
tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas
untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang diberi
tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memiliki
motivasi kerja yag tinggi.

Kesempatan untuk maju
Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri,
mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju
kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota merasa
bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan
hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang
tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan
nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.

Kepemimpinan
Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan
penting dalam mendapatkan komitment dari anggota team. Leader berperan
dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi team untuk bekerja dengan
tenang dan harmonis. Seorang leader yang baik juga dapat memahami 6
faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan diatas.
(Dari berbagai sumber)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s