franchising

Standard

ISI

Tentang Franchising

Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah:Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Franchisor dan franchisee

Selain pengertian waralaba, perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud dengan franchisor dan franchisee.Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya. Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Sejarah Waralaba

Perusahaan Coca cola di Atlanta, AS
Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola. Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer.
Mc Donalds, salah satu pewaralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia. Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SAR.
Jenis waralaba

Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
1. Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
2. Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.

Biaya waralaba
Biaya waralaba meliputi:
Ongkos awal, dimulai dari Rp. 10 juta hingga Rp. 1 miliar. Biaya ini meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk membuat tempat usaha sesuai dengan spesifikasi franchisor dan ongkos penggunaan HAKI.
Ongkos royalti, dibayarkan pemegang waralaba setiap bulan dari laba operasional. Besarnya ongkos royalti berkisar dari 5-15 persen dari penghasilan kotor. Ongkos royalti yang layak adalah 10 persen. Lebih dari 10 persen biasanya adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.

Waralaba di Indonesia
Di Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya. Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut:
• Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
• Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
• Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
• Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
• Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba akan terus berekspansi. Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI (Waralaba & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting, FT Consulting, Ben WarG Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo (Dyandra),Franchise License Expo Indonesia ( Panorama convex), Info Franchise Expo ( Neo dan Majalah Franchise Indonesia).

Tingkat pengembalian
Tingkat pengembalian yang layak dari sebuah waralaba adalah minimum 15 persen dari nilai.
Lain-lain
Di Indonesia waralaba yang berkembang pesat dan masih sangat menguntungkan adalah 1. Waralaba di bidang makanan (Wong Solo, Sapo Oriental, CFC, Hip Hop, Red Crispy, Papa Rons dan masih banyak merek lainnya).
2. Waralaba berbentuk retail mini outlet (Indomaret, Yomart, AlfaMart) banyak menyebar ke pelosok kampung dan pemukiman padat penduduk.
3. Di bidang Telematika atau Information & Communication Technology , juga mulai diminati pada 3 tahun terakhir ini berkembang beberapa bidang waralaba seperti distribusi tinta printer refill/cartridge (Inke, X4Print, Veneta dll) , pendidikan komputer (Widyaloka, Binus) , distribusi peralatan komputer ( Micronics Distribution ) , Warnet / NetCafe (Multiplus, Java NetCafe, Net Ezy) , Kantor Konsultan Solusi JSI , dll.
4. Yang juga menguntungkan adalah waralaba di bidang pendidikan (Science Buddies, ITutorNet, Primagama, Sinotif) , terutama taman bermain (SuperKids) dan taman kanak-kanak(FastractKids, Kids2success , Townfor Kids) , Pendidikan Bahasa Inggris (EF/English First, ILP, Direct English), dll.
Perkembangan merek dan waralaba dalam negeri cukup pesat dan pada pameran pameran franchise di tanah air terlihat banyak merek merek nasional Indonesia bersaing dengan merek global dan regional.

RUMAH WARNA

Profile Perusahaan
Company Name : RUMAH WARNA
Contact Person : NANANG SYAIFURROZI
Position : OWNER
Address : JLN. PANDEGA SATYA 15 A
SLEMAN YOGYAKARTA
Country : INDONESIA
Phone : O81328246046
Fax : 0274 – 889686
Email :rumahwarna_jogja@yahoo.co.id
Website :yogyes.com/rumahwarna
Nilai Investasi : 70 JUTA
Franchise Fee : –
Break Even Point (dalam bulan/tahun) : 8-10 bulan
Jumlah Outlet : 7
Nama untuk stand / Fascia Name : RUMAHWARNA

Tentang Perusahaan

Rumahwarna adalah sebuah home industri pernak pernik remaja putri dengan main product tas dan frame. Produk lain meliputi sprei, bed cover, scrapbook, box kertas, dan acesoris lainnya. Saat ini mempunyai tenaga kerja sebanyak 70 orang, meliputi 45 orang tenaga produksi, 4 orang kantor/administrasi, dan 21 tenaga sales dan marketing.
Workshop produksi berada di jl.pandeansari 8 concat, dengan show room di jogja yaitu malioboro mall, ambarukmo plaza, galleria mall, dan ringroad utara. Di semarang di jembatan citraland. Dengan satu mitra di cilacap. Pemasaran barang rumahwarna 80% berada di wilayah jogja-semarang, sisanya 20% merupakan pesanan dari Jakarta dan luar jawa seperti riau, pekanbaru,samarinda,medan, ntt, dll. Dahulu pernah melakukan eksport ke Negara prancis, jerman, jepang, yunani dan amerika. Namun dikarenakan berbagai pertimbangan kami lebih focus pemasaran dalam negeri.
Produk yang dihasilkan rumahwarna merupakan produk original yang dihasilkan dari pemikiran kreatif team, dengan menginspirasi dari dunia fashion, trend, gaya hidup dan perkembangan budaya pop sehingga lebih dinamis dan tidak lekang ditelan jaman. Selain itu nama rumahwarna sudah dipatenkan sehingga focus kami selain produk juga image merk yang kami bangun agar konsumen percaya dan bangga memakai produk kami. Untuk itu rumahwarna memberikan garansi produk dan nilai tambah yang lain sehingga sebisa mungkin terhindar dari persaingan harga. Kedepan rumah warna akan segera franchise untuk membesarkan usaha menuju perusahaan skala nasional.
Rumahwarna awal mulanya sampai sekarang merupakan home industri perorangan dengan kepemilikan atas nama suami istri nanang syaifurrozi dan ane yarina christy. Bermula pada tahun 2000 dimana kami masih kuliah di UGM, pada saat itu produk handycraft daur ulang sedang booming. Semua serba coklat yang saat itu kami lihat. Pada suatu saat kami jalan di toko kertas, melihat kertas dengan warna-warni yang nge-jrenk, kemudian kami beli beberapa. Selanjutnya, kami punya ide untuk membuat pigura. Pertama kita buat untuk sendiri, tapi pada perkembanganya ternyata banyak teman yang minta dibuatkan. Kemudian terpikir “Mengapa tidak kita jual sekalian ?”. Sambil kuliah kami meluangkan waktu untuk membikin frame dengan pasar teman sendiri dan mencoba bangun pagi setiap hari minggu untuk menjadi PKL di UGM (hal yang paling sulit biasanya dilakukan mahasiswa). Dari sana kita bisa merasakan nikmatnya cari tambahan uang dari jualan frame, meskipun tidak seberapa. Waktu itu kami adalah two man show. Semua kami lakukan berdua dari produksi sampai pemasaran. Selain itu kita mulai menitipkan produk ke beberapa toko kerajinan di jogja.
Seiring berjalan waktu tahun 2002 dengan modal nekat, kami memutuskan untuk menikah diam diam (teman kuliah tidak ada yang tahu) dan masih tinggal di kost masing masing. Kemudian mendapat kesempatan diajak teman untuk join pameran di FKY (festifal kesenian yogyakarta). Waktu itu hanya kami yang mengambil tema warna-warni dan terkesan aneh sendiri ditengah lautan produk daur ulang natural. Dari sana kita menarik perhatian buyer dari yunani yang akhirnya memesan frame sebanyak 10.000 biji untuk dieksport kenegaranya, yang waktu itu nilainya Rp.45.000.000 . Bermula dari sana kami mulai merekrut tenaga kerja satu demi satu sampai 70 orang saat ini. Pada tahun 2004 kami mulai difersifikasi usaha ke produk jahitan, setelah kita melihat peluang lagi saat itu.
RUMAH WARNA adalah sebuah industri kreatif pernak pernik remaja putri dengan main product tas dan frame. Produk yang dihasilkan rumahwarna merupakan produk original yang dihasilkan dari pemikiran kreatif team, dengan menginspirasi dari dunia fashion, trend, gaya hidup dan perkembangan budaya pop sehingga lebih dinamis dan tidak lekang ditelan jaman. Selain itu nama rumahwarna sudah dipatenkan sehingga focus kami selain produk juga image merk yang kami bangun agar konsumen percaya dan bangga memakai produk kami. Untuk itu rumahwarna memberikan garansi produk dan nilai tambah yang lain sehingga sebisa mungkin terhindar dari persaingan harga.
RUMAH WARNA sudah terbukti bukan bisnis musiman, karena kita ada sejak tahun 2002 dengan perkembangan yang menjanjikan, dikelola dengan penuh semangat muda, integritas dan inovasi yang tak kenal henti. Saat ini sudah ada 7 outlet dengan kepemilikan tunggal di jogja dan semarang. Melihat peluang yang baru tergarap 1% dan hanya di jogja dan semarang, RUMAH WARNA membuka peluang besar untuk investor melakukan kerjasama untuk mengambil peluang yang 99% dalam skala nasional dalam bentuk BISNIS OPPORTUNITY. RUMAH WARNA sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun dalam bisnis ini dan terbukti profitable, sehingga berani membuka peluang untuk bermitra mencapai kesuksesan bersama.

VISI2010
RUMAH WARNA siap merajai bisnis kreatif pernak-pernik remaja putri di Indonesia dengan 50 cabang franchise. RUMAHWARNA akan menancapkan diri sebagai merk local yang dibanggakan konsumen dan menjadi pilihan utama dengan produk yang bermutu dan berbagai strategi marketing yang terukur yang akan membuat seluruh elemen RUMAHWARNA dari franchisor sampai francisee berkelimpahan.

MISI
• Kami bekerja dengan rasa memiliki perusahaan dan sepenuh hati memberikan yang terbaik demi kepuasan klien/pelanggan/mitra kami yang berujung pada kelanggengan perusahaan dan kemakmuran kami.
• Produk kami yang kami hasilkan merupakan produk unggulan dan terbaik yang tidak pernah mengecewakan pelanggan. Produk kami dibuat melalui proses riset, penggunaan teknologi industri dan melalui QC yang terukur.
• Pelanggan kami sebagian besar adalah wanita yang berusia sampai usia 35 tahun, yang fashionable dan menghargai keindahaan dan keunikan produk kami yang tidak ditemui pada merk lain.
• Mitra kami adalah orang yang sefaham dengan visi kami, sehingga mereka juga akan sepenuh hati menjalankan Franchiseenya menuju kesuksesan bersama.
• Membuat kebanggaan konsumen akan merk lokal yang berkualitas.

PENAWARAN FRANCHISE RUMAHWARNA
RUMAHWARNA adalah sebuah industri kreatif pernak pernik remaja putri dengan main product tas dan frame. Produk lain meliputi sprei, bed cover, scrapbook, box kertas, dan acesoris lainnya. Saat ini mempunyai tenaga kerja sebanyak 70 orang, meliputi 45 orang tenaga produksi, 4 orang kantor/administrasi, dan 21 tenaga sales dan marketing.
Produk yang dihasilkan rumahwarna merupakan produk original yang dihasilkan dari pemikiran kreatif team, dengan menginspirasi dari dunia fashion, trend, gaya hidup dan perkembangan budaya pop sehingga lebih dinamis dan tidak lekang ditelan jaman. Selain itu nama rumahwarna sudah dipatenkan sehingga focus kami selain produk juga image merk yang kami bangun agar konsumen percaya dan bangga memakai produk kami. Untuk itu rumahwarna memberikan garansi produk dan nilai tambah yang lain sehingga sebisa mungkin terhindar dari persaingan harga.
RUMAH WARNA sudah terbukti bukan bisnis musiman, karena kita ada sejak tahun 2002 dengan perkembangan yang menjanjikan, dikelola dengan penuh semangat muda, integritas dan inovasi yang tak kenal henti Saat ini sudah ada 7 outlet dengan kepemilikan tunggal di jogja dan semarang. Melihat peluang yang baru tergarap 1% dan hanya di jogja dan semarang, RUMAH WARNA membuka peluang besar untuk investor melakukan kerjasama untuk mengambil peluang yang 99% dalam skala nasional dalam bentuk franchise. Saat ini kami sedang membangun pabrik diatas tanah seluas 730m, untuk menambah kapasitas produksi, yang selesai bulan mei 2009. sehingga pada bulan juni proses franchise bisa terlaksana.

Visi 2010
RUMAHWARNA siap merajai bisnis kreatif pernak-pernik remaja putri di Indonesia dengan 50 cabang franchise. RUMAHWARNA akan menancapkan diri sebagai merk local yang dibanggakan konsumen dan menjadi pilihan utama dengan produk yang bermutu dan berbagai strategi marketing yang terukur yang akan membuat seluruh elemen RUMAHWARNA dari franchisor sampai francisee berkelimpahan.

Pilihan Tepat Untuk Bergabung dan Berinvestasi:
1. Kami adalah BISNIS KREATIF yang tidak kenal krisis
2. Kami adalah trend setter untuk produk pernak-pernik remaja putri
3. Brand “RUMAHWARNA” sudah kuat dan melekat di masyarakat (khususnya Jateng-DIY)
4. Inovasi terus menerus dengan berorientasi pada kepuasan customer
5. Proyeksi ROI (Return On Investment) cepat + 1 tahun
6. Kami telah berpengalaman lebih dari 5 tahun dan terbukti sukses
7. Sistem telah teruji dan mudah diaplikasikan
8. Manajemen yang handal dan profesional
9. Resiko kegagalan kurang dari 5 %
10.Design outlet yang selalu up to date dan eye catching
11. Pangsa pasar yang terus berkembang , masih ada 99% peluang yang belum tergarap
12. Jika anda inden saat ini, anda menjadi prioritas utama pilihan kami, karena kami membatasi jumlah franchisee tiap kota, sesuai kondisi kota tersebut, dan anda akan menjadi first player yang memungkinkan pencapaian optimal keuntungan.
13. Franchise Rumahwarna bergaransi. Kami akan take over semua barang andai bisnis anda tidak jalan sebagaimana mestinya (merugi).

Fasilitas Yang Didapatkan:
1. Survey lokasi dicarikan
2. Diskon barang yang menarik sampai dengan 50%
3. Recruitment & training karyawan
4. Paket perlengkapan counter lengkap
5. Paket promosi (banner, neon box, flayer, dll)
6. Manual book (SOP)
7. Software keuangan
8. Hotline service *
9. Buletin “RUMAHWARNA”
10. Team quality control (maintainance & monitoring)
11. Promosi ke media nasional dengan target end user
12. Team management yang solid
13. Masa kerjasama selama 5 tahun
14. Sistem operasional yang sudah terbukti

Fasilitas Yang Diperlukan:

1. Lokasi Berada di tempat strategis (sewa) : daerah kampus, pusat belanja, itc, mal, dll
2. Luas Tempat Sewa Sesuai kebutuhan (toko / island / pameran)
3. Tenaga Pelaksana (Operator / manajer / supervisor yang memenuhi kualifikasi dan ditrainning RUMAHWARNA)

Supporting Franchisor (Pusat):
1. Menyediakan training karyawan/ti
2. Menyediakan Perlengkapan yang dibutuhkan untuk display
3. Menyediakan kelengkapan bisnis RUMAHWARNA
4. Menyediakan stock barang yang mencukupi (termasuk bag packing)
5. Melaksanakan training secara berkala, baik di traning center maupun di cabang
6. Melakukan audit control seluruh cabang
7. Melakukan perubahan harga jual ke konsumen (sesuai kondisi tiap kota karena perbedaan ongkos kirim barang)
8. Melakukan kegiatan promosi nasional

Peranan Franchisee (Penerima):

1. Mengajukan usulan lokasi tempat
2. Melakukan pengawasan secara menyeluruh stock barang dan karyawan
3. Melakukan pembelian barang yang laku ke pusat
4. Bertanggung jawab atas hasil penjualan
5. Bertanggung jawab atas biaya sewa tempat / Lokasi
6. Melakukan promosi kurang lebih radius 1 km-1,5 km dari outlet
7. Membayar royalty fee fixed 10% dari netprofit

Analisa Keuangan Type 1 (island) di mall

o Investasi Awal Rp 70.000.000,-
(Rp.30.000.000 franchise fee, Rp.10.000.000 kelengkapan display, Rp.30.000.000 barang modal)
o Pemasukan
Omset rata-rata / hari Rp 1.500.000,-
Omset rata – rata / bulan (30hari) Rp 45.000.000,-
o Pengeluaran
Pembelian barang +ongkos kirim (60%) Rp.27.000.000,-
Komisi dan gaji pegawai (7%) Rp.3.150.000,-
Sewa tempat dan Operasional (10%) Rp.4.500.000,-
Penyusutan barang (1%) Rp 450.000,-
Jumlah Rp 35.100.000,-

Nett Profit / bulan (22%) Rp 9.900.000,-
Royalty fee 10% x net profit = Rp.990.000,-
o Return of Investment (ROI) + 8-10 bulan

Note :
1.Harga jual untuk diluar pulau jawa menyesuaikan dengan ongkos kirim yang harus ditanggung franchisee
2.sewa tempat dan gaji pegawai berbeda ditiap kota, tergantung analisa kondisi
3.biaya survey lokasi dan akomodasi training ditanggung franchisee

Jadi pengusaha yuk!

Prinsip utama seseorang mau menjadi pengusaha adalah menginginkan kesuksesan. Parameternya bisa diukur dari berbagai hal, namun yang utama adalah banyaknya profit yang didapat dan banyaknya waktu yang dipunyai.Hal yang paling berharga bagi pengusaha adalah waktu, karenanya ada pepatah “time is money”. Belum sukses seorang pengusaha kalau banyak uang tetapi tidak punya waktu untuk yang lain selain pekerjaannya, keluarga misalnya. Pengusaha yang sudah mencapai level sukses bisa dikatakan orang yang paling merdeka. Karenanya pemanfaatan waktu yang kita punya untuk mencapai tahap itu haruslah maksimal. Sebelum sukses, waktu kita akan menghasikan uang, tapi setelah sukses uang yang akan bekerja dan kita menguasai waktu.
Pada prinsipnya semua orang berpeluang menjadi pengusaha sukses. Hanya saja langkah pertama selalu berat, sangat bergantung pada mind set atau cara berpikirnya. Semua orang yang mau jadi pengusaha kebanyakan maunya instant dan semuanya cepat tercapai. Tidak sedikit orang yang punya pikiran takut gagal. Mana bisa orang mau kaya tapi takut miskin, mau masuk surga tapi takut mati. Namun begitu resiko juga harus diperhitungkan. Terlalu berani akan menjadi penjudi, tidak terlalu sukses. Kurang berani, hanya menjadi pemimpi, tidak pernah berbuat. Semua orang bisa bermimpi tapi hanya yang melakukan action yang bisa mencapainya.
Biasanya orang yang memulai usaha pertama sendirian dan masih belum jelas arahnya. Lagipula memulai usaha sendiri membutuhkan waktu kerja sangat panjang dibanding dengan bekerja pada orang lain. Jika bekerja pada orang lain membutuhkan waktu sekitar 8 jam per hari, menjadi pengusaha membutuhkan curahan pikiran selama 24 jam. Bagi mereka yang sudah mapan dan berada di zona aman menjadi staf atau karyawan dengan posisi enak dan pendapatan aduhai, maka biasanya ragu dan penuh pertimbangan untuk memulai usaha.Apalagi tidak bisa dipungkiri, dunia usaha penuh tantangan. Karena itu dari angkatan kerja yang berjumlah 2,5 juta per tahun, hanya 1% saja yang memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Nilai yang perlu kita tanamkan adalah “kita adalah apa yang kita pikir tentang diri kita. Sekali kita berpikir gagal, kita pasti gagal. Kalau kita berpikir kita akan sukses, tentu kita akan berupaya melakukan yang terbaik dengan sungguh-sungguh”. Tidak mudah memang untuk sukses, banyak kriteria dan persyaratan yang harus dimiliki. Namun bukan mustahil bagi setiap orang untuk mencapainya, meskipun dari nol, karena kesuksesan dalam dunia usaha tidak ditentukan oleh bakat, keturunan ataupun pendidikan. Selama punya kemauan dan tahu cara melakukannya, kesuksesan bisa diraih. Berikut beberapa tip sukses yang bisa dijadikan referensi:
Sifat memulai usaha dari nol;
langkah pertama selalu sangat berat
harus punya komitmen
kontinyu
bangun ketrampilan
membangun mimpi
Kunci sukses
kerja keras dan mau melakukan hal ekstra yang orang lain tidak mau melakukannya
sabar dan tidak asal cepat
punya keberanian ekstra
menjadikan hambatan menjadi tantangan dan peluang
berpikir terbuka dan positif
mental tangguh
melihat peluang, membuat perubahan
menyukai tantangan, berani mengambil resiko
pantang menyerah
mengetahui kebutuhan pasar dan mengikuti perkembangan
fokus
Sikap dalam menghadapi situasi kritis
tidak panik
berpikir positif, optimis
memanfaatkan sumber daya yang ada
Benang merah pengalaman orang sukses
punya kekuatan mental
punya mimpi yang jelas
punya ketekunan dan kegigihan
penuh inisiatif
menjaga reputasi
tidak hanya meniru apa yang dilakukan orang
berani
optimis
belajar dari pengalaman diri dan orang lain
lingkungan yang mendukung
Tahapan sukses
memilih usaha sesuai dengan minat dan bakat yang dibutuhkan pasar
membuat perencanaan yang matang
kontrol pikiran untuk sampai tujuan
punya visi untuk motivasi diri
menentukan target sesuai kurun waktu
fokus terhadap usaha
membangun sistim dan kelola sdm dengan maksimal
kerja keras dan kerja cerdas
tidak mudah menyerah
Selamat bergabung menjadi pengusaha, let’s take action now!. Tunjukan bahwa dengan usaha kita bisa merubah Indonesia dan memberi manfaat bagi kehidupan sekitar kita. Salam SUKSES….!!

Ada yang lain nih

Wuih.. emang susah cari angle yang tepat biar foto kelihatan artistik but i try enough dan hasilnya? voila! bagiku ini udah bagus. Rumah warna emang identik dengan tas. seiring dengan berjalannya waktu. tapi pada dasarnya, rumah warna adalah sebuah home industri kreatif yang bercita-cita tinggi. tinggi sekali. (loh kok malah nyanyi? he…). jadi apapun yang unik dan lucu, kita pengen bikin. Mulai dari tas, kartu, box, sprei, dll. nah yang terbaru, ada jepit handmade! Awalnya hanya pengen jalan-jalan sambil cuci mata tapi nyucinya terlalu bersih, liat ornamen kayu yang lucu-lucu.Wah langsung deh gelap mata. aku rencananya cuma beli dikit. tapi muter-muter milih kok..lucu semua ya? bahaya deh tapi banyak banget ide bertebaran dan menari nari di otakku ya udah aku beli bahan-bahan mulai dari jepitnya, hiasan kayunya, dan yang berhubungan dengan accesories. Wow so much money i spend, sampe di rumah udah tidak sabar untuk merangkai-rangkai bahan baku menjadi bahan jadi. Finally jadi juga! ada yang mau? dijamin lucu bin cute.

Sample produk baru

Salah satu gerai rumah warna stand pameran di mall

Ransel kain yang most wanted banget
very cheap. cuma Rp 55.ooo.

Muat banyak barang, model dan warna bervariasi. karena handmade, hiasan bisa pesan.

Its very nice bag! not most. Bahan limited, ada motif lain.

Kesimpulan
Berdasarkan makalah yang kami buat, kami dapat menarik kesimpulan tentang Franchising. Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut:
• Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
• Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
• Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
• Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
• Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Dalam makalah ini kami mengambil contoh franchising yaitu RUMAHWARNA. Rumahwarna adalah sebuah home industri pernak pernik remaja putri dengan main product tas dan frame. Produk lain meliputi sprei, bed cover, scrapbook, box kertas, dan acesoris lainnya. Saat ini mempunyai tenaga kerja sebanyak 70 orang, meliputi 45 orang tenaga produksi, 4 orang kantor/administrasi, dan 21 tenaga sales dan marketing. RUMAH WARNA adalah sebuah industri kreatif pernak pernik remaja putri dengan main product tas dan frame. Produk yang dihasilkan rumahwarna merupakan produk original yang dihasilkan dari pemikiran kreatif team, dengan menginspirasi dari dunia fashion, trend, gaya hidup dan perkembangan budaya pop sehingga lebih dinamis dan tidak lekang ditelan jaman. Selain itu nama rumahwarna sudah dipatenkan sehingga focus kami selain produk juga image merk yang kami bangun agar konsumen percaya dan bangga memakai produk kami. Untuk itu rumahwarna memberikan garansi produk dan nilai tambah yang lain sehingga sebisa mungkin terhindar dari persaingan harga.

Daftar Pustaka

http://www.rumahwarna.com
http://www.google.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s