AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standard

Ketentuan pelaporan keuangan 3 bursa efek yaitu, Bursa Efek Indonesia, Kuala Lumpur Stock Exchange dan Tokyo Stock Exchange.
Ketentuan pelaporan keuangan Bursa Efek Indonesia:
1. Ikhtisar Data Keuangan Penting
2. Laporan Dewan Komisaris
3. Laporan Direksi
4. Profil Anggota Dewan Komisaris
5. Profil Anggota Direksi
6. Profil Perusahaan
7. Daftar Nama Anak Perusahaan dan/atau Kantor Cabang
8. Analisis dan Pembahasan Manajemen
9. Tata Kelola Perusahaan
10. Tanggung Jawab Direksi
11. Laporan Auditor
12. Tinjauan Operasi Per Segmen Usaha
13. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Tahun yang Bersangkutan Dengan Tahun-Tahun Sebelumnya
14. Kronologi Pencatatan Saham
15. Aspek Pemasaran (Strategi Pemasaran dan Pangsa Pasar)
16. Kinerja Perusahaan
17. Prospek Usaha
18. Kebijakan Deviden
19. Uraian Tentang Nama Pemegang Saham Dan Persentasenya
20. Pengungkapan Besarnya Remunerasi
21. Kehadiran Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
22. Program Latihan (Pengembangan Karyawan)
23. Komite Audit
24. Manajemen Resiko
25. Audit Internal
26. Sekretaris Perusahaan
27. Tanggung Jawab Social Perusahaan
28. Tanda Tangan Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris
29. Struktur Organisasi
30. Ikhtisar Harga Saham
31. Profesi Penunjang Pasar Modal
32. Prestasi dan Penghargaan

Ketentuan pelaporan keuangan Kuala Lumpur Stock Exchange:
1. Information Annual General Meeting (AGM)
2. Statement Accompanying Notice of AGM
3. Resolution on Special Business
4. Corporate Infomation
5. Directors Information
6. CEO Information
7. Managing Directors Statement
8. Audit Committee
9. Chairman’s Statement
10. Corporate Governance Disclosure
11. Directors Remuneration
12. Board Meetings
13. Utilisation of Proceeds
14. Share Buy-backs
15. Options or Convertible Securities
16. Depository Receipt Programme
17. Santions and/ or Penalties
18. Non-audit fees
19. Variation in Results
20. Profit Guarantee
21. Material Contracts
22. Analysis of Shareholding
23. Revaluation Policy
24. List of Properties
25. ESOS
26. Continuing Education Programme ( CEP )
27. Corporate Social Responsibility ( CSR )
28. Reccurent related party transactions ( RRPT ) of revenue nature
29. Accounts Statutory Declaration
30. Internal Audit
Ketentuan pelaporan keuangan Tokyo Stock Exchange
1. Identity of Directors, Senior Management and Advisers .
2. Offer Statistics and Expected Timetable
3. Key Information
4. Information on the Company
4A. Unresolved Staff Comments
5. Operating and Financial Review and Prospects
6. Directors, Senior Management and Employees
7. Major Shareholders and Related Party Transactions
8. Financial Information
9. The Offer and Listing .
10. Additional Information
11. Quantitative and Qualitative Disclosures about Market Risk
12. Description of Securities Other Than Equity Securities
13. Defaults, Dividend Arrearages and Delinquencies 127
14. Material Modifications to the Rights of Security Holders and Use of Proceeds
15. Controls and Procedures
16. Audit Committee Financial Expert
17. Code of Ethics
18. Principal Accountant Fees and Services
19. Exemptions from the Listing Standards for Audit Committees
20. Purchases of Equity Securities by the Issuer and Affiliated Purchasers
21. Change in Registrant’s Certifying Accountant
22. Corporate Governance
23. Mine Safety Disclosure
24. Financial Statements
25. Financial Statements
26. Exhibits

 

ORGANISASI IASB

 IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).

Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al., 1999 dalam Intan Immanuela, puslit2.petra.ac.id)

Struktur IFRS

International Financial Reporting Standards mencakup:
* International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001
* International Accounting Standards (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001
* Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001
* Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001 (www.wikipedia.org)

Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan (Chariri, 2009).
Konverjensi ke IFRS di Indonesia
Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan IFRS melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan lokal. Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan SAK merencanakan tahun 2012 akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS.

Dari data-data di atas kebutuhan Indonesia untuk turut serta melakukan program konverjensi tampaknya sudah menjadi keharusan jika kita tidak ingin tertinggal. Sehingga, dalam perkembangan penyusunan standar akuntansi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Standar akuntansi keuangan nasional saat ini sedang dalam proses secara bertahap menuju konverjensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards yang dikeluarkan oleh IASB.
Dan untuk hal-hal yang tidak diatur standar akuntansi internasional, DSAK akan terus mengembangkan standar akuntansi keuangan untuk memenuhi kebutuhan nyata di Indonesia, terutama standar akuntansi keuangan untuk transaksi syariah, dengan semakin berkembangnya usaha berbasis syariah di tanah air. Landasan konseptual untuk akuntansi transaksi syariah telah disusun oleh DSAK dalam bentuk Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Hal ini diperlukan karena transaksi syariah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan transaksi usaha umumnya sehingga ada beberapa prinsip akuntansi umum yang tidak dapat diterapkan dan diperlukan suatu penambahan prinsip akuntansi yang dapat dijadikan landasan konseptual. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan untuk transaksi syariah akan dimulai dari nomor 101 sampai dengan 200. (SY)

Indonesia harus mengadopsi standar akuntansi internasional (International Accounting Standard/IAS) untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. Namun demikian, untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal. Membahas tentang IAS saat ini lembaga-lembaga yang aktif dalam usaha harmonisasi standar akuntansi ini antara lain adalah IASC (International Accounting Standard Committee), Perserikatan Bangsa-Bangsa dan OECD (Organization for Economic Cooperation and Development). Beberapa pihak yang diuntungkan dengan adanya harmonisasi ini adalah perusahaan-perusahaan multinasional, kantor akuntan internasional, organisasi perdagangan, serta IOSCO (International Organization of Securities Commissions)

Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Suatu perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional adalah pada saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor atau impor. Standard akuntansi internasional (IAS) adalah standard yang dapat digunakan perusahaan multinasional yang dapat menjembatani perbedaan-perbedaan antar Negara, dalam perdagangan multinasional.

IASC didirikan pada tahun 1973 dan beranggotakan anggota organisasi profesi akuntan dari sepuluh negara. Di tahun 1999, keanggotaan IASC terdiri dari 134 organisasi profesi akuntan dari 104 negara, termasuk Indonesia. Tujuan IASC adalah (1) merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia, serta (2) bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan.

IASC memiliki kelompok konsultatif yang disebut IASC Consultative Group yang terdiri dari pihak-pihak yang mewakili para pengguna laporan keuangan, pembuat laporan keuangan, lembaga-lembaga pembuat standar, dan pengamat dari organisasi antar-pemerintah. Kelompok ini bertemu secara teratur untuk membicarakan kebijakan, prinsip dan hal-hal yang berkaitan dengan peranan IASC. IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.

Tujuan IFRS adalah :memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :
1. transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang disajikan
2. menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
3. dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna
Manfaat dari adanya suatu standard global:
1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal
2. investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
3. perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi
4. gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.
Hamonisasi telah berjalan cepat dan efektif, terlihat bahwa sejumlah besar perusahaan secara sukarela mengadopsi standard pelaporan keuangan Internasional (IFRS). Banyak Negara yang telah mengadopsi IFRS secara keseluruhan dan menggunakan IFRS sebagai dasar standard nasional. Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaan investor institusional dan pengguna laporan keuangan lainnya. Usaha-usaha standard internasional ini dilakukan secara sukarela, saat standard internasional tidak berbeda dengan standard nasional, maka tidak akan ada masalah, yang menjadi masalah, apabila standard internasional berbeda dengan standard nasional. Bila hal ini terjadi, maka yang didahulukan adalah standard nasional (rujukan pertama).

Banyak pro dan kontra dalam penerapan standard internasional, namun seiring waktu, Standard internasional telah bergerak maju, dan menekan Negara-negara yang kontra. Contoh : komisi pasar modal AS, SEC tidak menerima IFRS sebagai dasar pelaporan keuangan yang diserahkan perusahaan-perusahaan yang mencatatkan saham pada bursa efek AS, namun SEC berada dalam tekanan yang makin meningkat untuk membuat pasar modal AS lebih dapat diakses oleh para pembuat laporan non-AS. SEC telah menyatakan dukungan atas tujuan IASB untuk mengembangkan standard akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan yang digunakan dalam penawaran lintas batas.
Kerangka kerja
Kerangka kerja gunan Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan menyampaikan prinsip-prinsip dasar IFRS. Kerangka kerja IASB dan FASB sedang dalam proses pembaharuan dan perangkuman. Proyek Kerangka Konseptual Gabungan (The Joint Conceptual Framework project) bertujuan untuk memperbaharui dan merapikan konsep-konsep yang telah ada guna menggambarkan perubahan di pasar, praktek bisnis dan lingkungan ekonomi yang telah timbul dalam dua dekade atau lebih sejak konsep pertama kali dibentuk.
Tujuan keseluruhan adalah untuk menciptakan dasar guna standar akuntansi di masa mendatang yang berbasis prinsip, konsisten secara internal dan diterima secara internasional. Karena hal tersebut, (dewan) IASB dan FASB Amerika Serikat melaksanakan proyek secara bersama.

Peranan Kerangka kerja
Deloitte menyatakan:
In the absence of a Standard or an Interpretation that specifically applies to a transaction, management must use its judgement in developing and applying an accounting policy that results in information that is relevant and reliable. In making that judgement, IAS 8.11 requires management to consider the definitions, recognition criteria, and measurement concepts for assets, liabilities, income, and expenses in the Framework. This elevation of the importance of the Framework was added in the 2003 revisions to IAS 8.
Objektif laporan keuangan
Sebuah laporan keuangan harus menggambarkan pandangan benar dan adil atas usaha sebuah organisasi. Oleh karena laporan-laporan ini digunakan oleh berbagai pihak, laporan tersebut harus menggambarkan pandangan sebenarnya akan keadaan keuangan sebuah organisasi.
Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat International Accounting Standard Boards – IASB melakukan percepatan harmonisasi standar Akuntansi internasional khususnya International Financial Reporting Standards – IFRS yang dibuat oleh IASB dan Financial Accounting Standard Boards (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat).
Tujuan IFRS
adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.
RUANG LINGKUP STANDAR:
Standar ini berlaku apabila sebuah perusahaan menerapkan IFRS untuk pertamakalinya melalui suatu pernyataan eksplisit tanpa syarat tentang kesesuaian dengan IFRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan yang pertamakalinya berdasarkan IFRS (termasuk laporan keuangan interim untuk periode pelaporan tertentu ) menyediakan titik awal yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang seluruh periode disajikan.

sumber: http://ardianjelek.blogspot.com/2011/05/pengertian-ifrs.html
 
ORGANISASI IFAC

Federasi Akuntan Internasional (IFAC) adalah organisasi global bagi profesi akuntansi. IFAC memiliki 167 anggota dan asosiasi di 127 negara dan yurisdiksi, yang mewakili lebih dari 2,5 juta akuntan dipekerjakan dalam praktek umum, industri dan perdagangan, pemerintah, dan akademisi. Organisasi, melalui Dewan penetapan standar yang independen, menetapkan standar internasional tentang etika, audit dan jaminan, pendidikan akuntansi, dan akuntansi sektor publik. Hal ini juga mengeluarkan panduan untuk mendorong kinerja berkualitas tinggi dengan akuntan profesional dalam bisnis. Didirikan pada tahun 1977, IFAC merayakan ulang tahun ke 30 pada tahun 2007.

Untuk memastikan kegiatan IFAC dan badan pengaturan independen standar yang didukung oleh IFAC responsif terhadap kepentingan publik, sebuah Public Interest Oversight Board (PIOB) didirikan pada Februari 2005.

IFAC dan anggotanya bekerjasama untuk mengembangkan IFACnet, yang diluncurkan pada tanggal 2 Oktober 2006. IFACnet menyediakan akuntan profesional di seluruh dunia dengan one-stop acces untuk berbagai sumber , termasuk bimbingan praktek yang baik, artikel, dan alat-alat dan teknik.Di antara inisiatif utama IFAC adalah penyelenggaraan Kongres Akuntan Dunia.

sumber: https://aristasefree.wordpress.com/tag/ifac-international-federation-of-accountants/

 

ETIKA SEBAGAI TINJAUA

Standard
  1. A.    Pengertian Etika

Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.

  1. B.     Prinsip-Prinsip Etika

Seluruh gagasan atau ide dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu: (1) Prinsip Keindahan, (2) Prinsip Persamaan, (3) Prinsip Kebaikan, (4) Prinsip Keadilan, (5) Prinsip Kebebasan, (6) Prinsip Kebenaran.

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu :

1.      Tanggung jawab profesi :

Seorang akuntan harus menjalankan tanggung jawabnya harus profesional dengan memikirkan dan mempertimbangkan moral di setiap kegiatannya.

2.      Kepentingan publik :

Seorang akuntan harus memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik dan menunjukkan komitmen profesional dalam setiap tindakannya. 

3.      Integritas : 

Akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.

4.      Obyektifitas : 

Seorang Akuntan harus lebih teliti dalam melaksanakan tugasnya agar sesuai dengan kebenaran yang ada dan bebas dari benturan kepentingan pribadi.

5.      Kompetensi dan kehati-hatian profesional : 

Seorang Akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilannya.

6.      Kerahasiaan : 

Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan klien.

7.      Perilaku profesional :

Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan tanggung jawabnya.

8.      Standar teknis :

Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan.

  1. C.    Basis Teori Etika

Etika Teleologi

Dari kata Yunani,  telos = tujuan, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

Deontologi dan Teori Hak

Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban.

Teori Keutamaan (Virtue)

Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral).

  1. D.    Egoism

Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat.

Terdapat dua konsep yang berhubungan dengan egoisme. Pertama, egoisme psikologis, adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (self-servis). Kedua, egoisme etis, adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest).

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

 

A.    Pengertian Etika

Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.

 

B.     Prinsip-Prinsip Etika

Seluruh gagasan atau ide dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu: (1) Prinsip Keindahan, (2) Prinsip Persamaan, (3) Prinsip Kebaikan, (4) Prinsip Keadilan, (5) Prinsip Kebebasan, (6) Prinsip Kebenaran.

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu :

1.      Tanggung jawab profesi :

Seorang akuntan harus menjalankan tanggung jawabnya harus profesional dengan memikirkan dan mempertimbangkan moral di setiap kegiatannya.

2.      Kepentingan publik :

Seorang akuntan harus memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik dan menunjukkan komitmen profesional dalam setiap tindakannya. 

3.      Integritas : 

Akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.

 

4.      Obyektifitas : 

Seorang Akuntan harus lebih teliti dalam melaksanakan tugasnya agar sesuai dengan kebenaran yang ada dan bebas dari benturan kepentingan pribadi.

5.      Kompetensi dan kehati-hatian profesional : 

Seorang Akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilannya.

6.      Kerahasiaan : 

Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan klien.

7.      Perilaku profesional :

Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan tanggung jawabnya.

8.      Standar teknis :

Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan.

 

C.    Basis Teori Etika

 

v  Etika Teleologi

Dari kata Yunani,  telos = tujuan, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

 

v  Deontologi dan Teori Hak

Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban.

v  Teori Keutamaan (Virtue)

Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral).

D.    Egoism

Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat.

Terdapat dua konsep yang berhubungan dengan egoisme. Pertama, egoisme psikologis, adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (self-servis). Kedua, egoisme etis, adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest).

 

 

 

 

 

 

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-ansi-language:IN;}

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

Standard

 

PENGERTIAN ETIKA

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.

Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.

Dari  sudut pandang Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut:

  • Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
  • Kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan ahklak.
  • Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.

Pengertian etika menurut para ahli:

  • Tahun 1953 Fagothey, mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang berhubungan dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.
  • Pada tahun 1995 Sumaryono menegaskan  bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya.
  • Bertens (1994) menjelaskan, Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Bentuk jamaknya adalah ta etha artinya adat kebisaan, dari bentuk jamak inilah terbentuk kata Etika oleh filsuf Yunani Aristoteles(384-322 BC) dipakai untuk menunjukan filsafat moral. Berdasarkan asal – usul kata tersebut Etika berarti Ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA

Seluruh gagasan atau ide dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu sebagai berikut :

  1. 1.                  Prinsip Keindahan

Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.

2.         Prinsip Persamaan

Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

3.         Prinsip Kebaikan

Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.

4.         Prinsip Keadilan

Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

5.         Prinsip Kebebasan

Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:

  • kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
  • kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya    tersebut
  • kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

6.         Prinsip Kebenaran

Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.

Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu :

1.      Tanggung jawab profesi :

Jadi seorang akuntan harusnya tuh dalam menjalankan tanggung jawabnya harus professional dengan memikirkan dan mempertimbangkan moral di setiap kegiatannya.

2.      Kepentingan publik :

Karena seorang akuntan itu termasuk anggota IAI, jadi seharusnya memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik artinya ga boleh memanipulasi setiap data atau menutupi kecurangan atau kebenaran yang terjadi, dan menunjukkan komitmen proffesional dalam setiap tindakannya.

 

 

3.      Integritas : 

Akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.

4.      Obyektifitas : 

Maksudnya tuh seorang akuntan tidak boleh berpihak kepada perorangan, jadi harus sesuai dengan kebenaran yang sesuai dan bebas dari benturan kepentingan pribadi.

5.      Kompetensi dan kehati-hatian profesional : 

Jadi akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten.

6.      Kerahasiaan : 

Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Artinya walaupun ada pihak lain yang ikut campur dan mau tahu tentang data klien ga boleh seenaknya memberikan begitu saja,harus melalui persetujuan klien dan prosedur atau persyarakatan yang berlaku oke.

7.      Perilaku profesional :

Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras atau yang kita kenal tidak berubah-berubah dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat menurunkan atau menjatuhkan profesionalismenya.

8.      Standar teknis :

Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan, maksudnya tuh harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada saat itu juga. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.

 

Sehingga ada 2 prinsip etika, yaitu
1.         Relativisme Etika

adalah pandangan bahwa tidak ada prinsip moral yang benar secara menyeluruh, kebenaran semua prinsip moral bersifat relatif terhadap budaya atau pilihan individu.

2.         Absolutisme Etika

adalah paham etika yang menekankan bahwa prinsip moral itu universal, berlaku untuk siapa saja dan dimana saja.

BASIS TEORI ETIKA

  1. a.      Etika Teleologi

Dari kata Yunani,  telos = tujuan, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

Dua aliran etika teleologi :

1.     Egoisme Etis

Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.

Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistisyaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

2.     Utilitarianisme

Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme menyatakan bahwa suatu tindakan dianggap baik bila tindakan ini meningkatkan derajat manusia. Penekanan dalam utilitarianisme bukan pada memaksimalkan derajat pribadi, tetapi memaksimalkan derajat masyarakat secara keseluruhan.

Analisis Biaya Keuntungan (Cost Benefit Analysis) pada dasarnya tipe analisis ini hanyalah satu penerapan utilitarianisme. Dalam analisis biaya keuntungan, biaya suatu proyek dinilai, demikian juga keuntungannya. Hanya proyek-proyek yang perbandingan keuntungan terhadap biayanya paling tinggi saja yang akan diwujudkan.

  1. b.      Deontologi dan Teori Hak

Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk”, deontologi menjawab : “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang”. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

Etika kewajiban (duty ethics) menyatakan bahwa ada tugas-tugas yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apakah tindakan ini adalah tindakan terbaik. Sedangkan, etika hak (right-ethics) menekankan bahwa kita semua mempunyai hak moral, dan semua tindakan yang melanggar hak ini tidak dapat diterima secara etika. Etika kewajiban dan etika hak sebenarnya hanyalah dua sisi yang berbeda dari satu mata uang yang sama. Kedua teori ini mencapai akhir yang sama; individu harus dihormati, dan tindakan dianggap etis bila tindakan itu mempertahankan rasa hormat kita kepada orang lain. Kelemahan dari teori ini adalah terlalu bersifat individu, hak dan kewajiban bersifat individu. Dalam penerapannya sering terjadi bentrok antara hak seseorang dengan orang lain.

  1. c.       Teori Keutamaan (Virtue)

Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral.

Memandang  sikap atau akhlak seseorang tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.

Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.

Contoh keutamaan :

a.    Kebijaksanaan

b.    Keadilan

c.    Suka bekerja keras

d.    Hidup yang baik

EGOISM

Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”. Lawan dari egoisme adalah altruisme.

Terdapat dua konsep yang berhubungan dengan egoisme. Pertama, egoisme psikologis, adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (self-servis). Menurut teori ini, orang boleh saja yakin ada tindakan mereka yang bersifat luhur dan suka berkorban, namun semua tindakan yang terkesan luhur dan/ atau tindakan yang suka berkorban tersebut hanyalah sebuah ilusi. Pada kenyataannya, setiap orang hanya peduli pada dirinya sendiri. Menurut teori ini, tidak ada tindakan yang sesungguhnya bersifat altruisme, yaitu suatu tindakan yang peduli pada orang lain atau mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan dirinya. Kedua, egoisme etis, adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest).

Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau “mencintai diri sendiri,” dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain. Sombong adalah sifat yang menggambarkan karakter seseorang yang bertindak untuk memperoleh nilai dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ia memberikan kepada orang lain. Egoisme sering dilakukan dengan memanfaatkan altruisme, irasionalitas dan kebodohan orang lain, serta memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan  atau kecerdikan untuk menipu.

http://velanthin.blogspot.com/2012/10/etika-sebagai-tinjauan.html

http://astutibhen.blogspot.com/2012/10/pendahuluan-etika-sebagai-tinjauan.html

http://enomutzz.wordpress.com/2011/11/03/etika-sebagai-tinjauan/

http://enomutzz.wordpress.com/2011/11/03/etika-sebagai-tinjauan/

VITAMIN

Standard

Vitamins (combination of two words: Vital Amines) are the complex organic substance essential in small quantities to the metabolism (nutrition) in most animals. These are found in minute quantities in food, in some cases are produced by the body, and are also produced synthetically. The human body needs them to work properly, so that we can grow and develop just like we should. Their deficiency results in many serious disorders.

 

Vitamins are divided into two major groups: the ‘fat-soluble vitamins’ designated as vitamin A, vitamin D, vitamin E, and vitamin K, and the ‘water-soluble vitamins’ which include vitamin C and the group of molecules referred to as the vitamin B complex.  Each of them has its own special role in the development of human body.

 

Vitamin A
Vitamin A, a fat-soluble vitamin, plays a really big part in eyesight and helps us to see in dim light and also at night. Vitamin A is also involved in the formation and maintenance of healthy skin, hair, and mucous membranes. In addition, it is necessary for proper bone growth, tooth development, reproduction and for the development of epithelial cells (that line any opening to the body e.g.; nose, throat, lungs, mouth, stomach, intestines and urinary tract). Vitamin A can be found in eggs, milk, carrots, spinach, sweet potatoes, fish oil, liver (pork, lamb, chicken, turkey or beef), butter, broccoli, apricots, nectarines, cantaloupe, and orange or yellow vegetables or fruits. The deficiency of vitamin A can cause two major disorders like: night blindness and drying of skin.

 

Vitamin B

Vitamin B itself is a complex of different vitamins like: B1, B2, B6, B12, niacin, folic acid, biotin and pantothenic acid. These B vitamins are very important in metabolic activity and in facilitating the red blood cell (which carry oxygen throughout your body). They also help your body make protein and energy. The sources of vitamin B are leafy green vegetables seafood, beans, peas, citrus fruits, whole grains (such as wheat and oats), poultry, meats, eggs and dairy products (like milk and yogurt). Some bacteria in our large intestine also prepare some type of B-vitamins.

The deficiency of vitamin B can cause the disease “Beri Beri”, cracked lips, weak muscles, malformation of red blood cells, affects normal growth and disturbs the nervous system.

 

 

Vitamin C

Vitamin C or ascorbic acid is a water-soluble, antioxidant vitamin that is vital to the production of collagen, a protein that gives structure to bones, cartilage, muscle, and blood vessels. It is important for keeping body tissues, such as gums and muscles in good shape and it helps in quick healing of wounds. In addition, it helps protecting the fat-soluble vitamins A and E as well as fatty acids from oxidation. The vitamin C can be found in citrus fruits (like lemon & orange), cantaloupe, strawberries, tomatoes, broccoli, cabbage and in other fresh fruits and vegetables. The deficiency of vitamin C affects the healthy skin; poor wound healing and can lead to a disease called “Scurvy” which causes bleeding in gums, easy bruising, bumps of coiled hair on the arms and legs, pain in the joints, muscle wasting, and many other problems.

 

Vitamin D
Vitamin D is a fat-soluble vitamin that regulates the formation of bone and the absorption of calcium and phosphorus from the intestine. It helps to control the movement of calcium between bone and blood, and vice versa. It is this vitamin you need for strong bones and teeth. In addition it helps your body absorb the amount of calcium it needs. Vitamin D can be found in fish liver oil, egg yolks, milk and other dairy products fortified with vitamin D. It is also produced in our body in the presence of ultra violet light and sunlight. The deficiency of vitamin D can cause weak bones and bowed legs (in children). And its excess can cause loss of appetite, weight loss, nausea, headache, depression and deposits of calcium in the kidneys.

 

Vitamin E
Vitamin E, a fat-soluble vitamin, is essential for the inhibition of oxidation in body tissues, formation of red blood cells, and also prevents breakdown of body tissues. It maintains the body tissues and protects the lungs from becoming damaged by polluted air.

This vitamin can be found in whole grains (such as wheat and oat), wheat germ, leafy green vegetables, sardines, egg yolks, nuts, bread, cereals and seeds.

The deficiency of this vitamin can cause many diseases like cancer, diabetes, heart disease, and Alzheimer’s disease.

 

http://contoh-artikel-bahasa-inggris.blogspot.com/2013/02/contoh-artikel-tentang-kesehatan-dalam.html

 

Vitamins are needed by the body as animal and plant metabolism. Vitamins are divided into two main groups: the ‘fat-soluble vitamins’ designated as vitamin A, vitamin D, vitamin E, and vitamin K, and ‘water-soluble vitamins’ which include vitamin C and the group of molecules referred to as vitamin B complex.

Vitamin A, a fat-soluble vitamin, plays a really big part in eyesight and helps us to see in dim light and also at night. Vitamin A can be found in eggs, milk, carrots, spinach, sweet potatoes, fish oil, liver (pork, lamb, chicken, turkey or beef), butter, broccoli, apricots, nectarines, cantaloupe, and orange or yellow vegetables or fruits. The deficiency of vitamin A can cause two major disorders like: night blindness and drying of skin.

Vitamin B itself is a complex of different vitamins like: B1, B2, B6, B12, niacin, folic acid, biotin and pantothenic acid. These B vitamins are very important in metabolic activity and in facilitating the red blood cell. The deficiency of vitamin B can cause the disease “Beri Beri”, cracked lips, weak muscles, malformation of red blood cells, affects normal growth and disturbs the nervous system.

Vitamin C atau asam askorbat merupakan larut air, vitamin antioksidan yang sangat penting untuk produksi kolagen, protein yang memberikan struktur pada tulang, tulang rawan, otot, dan pembuluh darah. The deficiency of vitamin C affects the healthy skin; poor wound healing and can lead to a disease called “Scurvy” which causes bleeding in gums, easy bruising, bumps of coiled hair on the arms and legs, pain in the joints, muscle wasting, and many other problems.

Vitamin D is a fat-soluble vitamin that regulates the formation of bone and the absorption of calcium and phosphorus from the intestine. It helps to control the movement of calcium between bone and blood, and vice versa. The deficiency of vitamin D can cause weak bones and bowed legs (in children). And its excess can cause loss of appetite, weight loss, nausea, headache, depression and deposits of calcium in the kidneys.

Vitamin E, a fat-soluble vitamin, is essential for the inhibition of oxidation in body tissues, formation of red blood cells, and also prevents breakdown of body tissues. The deficiency of this vitamin can cause many diseases like cancer, diabetes, heart disease, and Alzheimer’s disease.

Therefore taking vitamin is needed by the body in order to be spared the virus that weakens the immune system.

MATERI GRAMMAR DALAM TOEFL

Standard

Pengertian grammar harus dipahami terlebih dahulu untuk Anda yang mulai ingin memperdalam ilmu tata bahasa inggris dengan baik dan benar. Ada beberapa versi arti dari grammar baik dari kamus di dalam negeri maupun kamus atau literatur yang berasal dari luar negeri.

Pengertian grammar menurut wikipedia adalah “grammar is the set of structural rules that govern the composition of clauses, phrases, and words in any given natural language. The term refers also to the study of such rules, and this field includes morphology, syntax, and phonology, often complemented by phonetics, semantics, and pragmatics. Linguists do not normally use the term to refer to orthographical rules, although usage books and style guides that call themselves grammars may also refer to spelling and punctuation.”

Translationnya “Tata bahasa adalah seperangkat aturan struktural yang mengatur komposisi klausa, frase, dan kata-kata dalam setiap bahasa alami yang diberikan. Istilah ini mengacu juga pada studi tentang aturan tersebut, dan bidang ini mencakup morfologi, sintaksis, dan fonologi, sering dilengkapi dengan fonetik, semantik, dan pragmatik. Ahli bahasa biasanya tidak menggunakan istilah untuk merujuk kepada aturan ortografis, meskipun penggunaan buku dan panduan gaya yang menyebut diri tata bahasa juga dapat merujuk pada ejaan dan tanda baca”

“Definisi Grammar” versi kamus john echols : Grammar : (kb) 1. Tata bahasa, 2. Buku tata bahasa. Sedangkan pengertian grammar menurut Oxford  learner’s pocket dictionary adalah : book that describes the rules for forming words and making sentences.

Grammar 

  1. Letter / Alphabet = merupakan huruf atau alfabet seperti A, B, C, D, E, F, G dan-lain-lain
  2. Words = adalah kumpulan dari letter/alphabet yang membentuk/memiliki arti, seperti contoh: eat, drink, dan lain-lain
  3. Phrase = merupakan kumpulan dari words, dan sudah memiliki arti, namun belum sempurna karena belum memiliki Subjek.
    Phrase dalam bahasa inggris terbagi menjadi 4 bagian :
  • Noun phrase = susunan Noun + noun contoh : Book Store atau Adjective + Noun.

Contoh :   Beautiful Girl

  • Adjective Phrase = susunan adverb + adjective contoh : so happy, very cool.
  • Adverb Phrase = susunan adverb + adverb contoh : so well, so fast, very fast, dll
  • Verb phrase = sususan auxilary (tobe) + ordinary (kt.kerja asli) = contoh is studying, will follow, dll
  1. Sentences : merupakan susunan dari words, yang memiliki arti dan sudah sempurna karena memiliki subjek.
    contoh : I study English (saya belajar bahasa inggris)

 

Rumus Grammar

 

Jika belum, yuk kita review rumus-rumus grammar yang sudah temen2 pelajari. Biar tambah mantap neh ilmu grammarnya…:)

  1. Rumus Modal            : S + Modal + V1 + O
    Contoh : I will go to school (saya akan pergi ke sekolah)

Contoh : I will go to cinema (saya akan pergi ke bioskop)

  1. Rumus Kalimat Perintah : V1 + Objek/adverb,
    Contoh : Open the window! (bukalah jendela itu!)

Contoh : Open the dor, please! (tplong buka pintu itu!)

  1. Rumus Simple present   : S + V1 + O
    Contoh : We always play football everyday (Kita selalu bermain bola setiap hari)

Contoh : We always play badminton everyday (kami selalu bermain bulu tangkis setiap hari)

  1. Rumus Pasif Voice : S + to be (is,am,are) + V3 :
    Contoh : The Ball is bought by me (bola itu dibeli oleh saya)

Contoh : the cigarette is bought by dad (rokok itu dibeli oleh ayah)

  1. Rumus Causative Verbs  : S + make/have + V1 + O,
    Contoh : They have me study hard (Mereka menyuruh saya belajar dengan giat)

Contoh : Mom have me wake up earlier (ibu menyuruh saya bangun lebih pagi)

  1. Rumus Conditional Sentence tipe 1 : if + simple present, simple future,
    Contoh : If i have much money, i will go to Bali Island.

Contoh : if I have good score, I will study in German

  1. Rumus Conditional Sentence tipe 2 : if + simple past, past future,
    contoh : if i had a car, i would give him money (jika saya memiliki mobil, saya akan memberinya uang)
  2. Rumus Conditional Sentence tipe 3 : if + past perfect, past future perfect,
    contoh : if i had had money, i would have bought a house (jika saya punya uang, saya akan membeli rumah)

http://ishalmorons.blogspot.com/2013/05/materi-grammar-dalam-toefl_3756.html

The Listening section of TOEFL

Standard

The Listening section of TOEFL measures your ability to understand spoken English in academic settings. In TOEFL the listening is done for 3 major purposes:
1. Listening for basic comprehension.
2. Listening for pragmatic understanding.
3. To connect and combine ideas presented in multiple information sources.
Each part of the Listening section (2 or 3 parts) consists of 1 long conversation and two lectures. The test takers hear each lecture or conversation only once. Lectures and conversations are 3-5 minutes long. During the listening the time is not running. The allotted time of 10 minutes for each part is only for answering the questions.
Preparation Strategies
Listen to spoken English from multiple sources as much as possible. Listen to English spoken movies and English spoken TV channels, listen to the radio and as many other listening sources as you may find. It would be better if your passages are academic or close to what is in TOEFL. The more you practice listening, the better listener you will become.
Listen for the main idea. It is usually found at the beginning of the listening passages, while the details are dispersed throughout the lecture. The main idea will give you understanding of what the conversation/lecture is about. Then you may listen for details.
Learn to find how the ideas are presented in the listening passage. Some of the main relations between ideas include cause/effect, compare/contrast, and steps in a process.
Learn to listen for signal words that indicate different part of the passage – introduction, major steps, examples, conclusions, etc.
Build your vocabulary. While listening, try to guess the meaning of unfamiliar words from context. It is very important since there is a big chance to come across words you don’t know at the real test. Then, you should guess their meaning. Write down every word you don’t know and include it in your wordlist. Try to memorize it and use it in your speaking and writing. Flashcards could be a great way to improve your vocabulary.
Listen to conversations or lectures with variety of accents. In TOEFL Listening section there is a variety of accents and pronunciations. For this reason, you should practice listening to a people with different accents and pronunciation patterns.
Practice note-taking. Note-taking is allowed during all sections of TOEFL. Effective note-taking may highly improve your performance. It is almost impossible to memorize all clues and details provided in the Listening section. Moreover, you can hear the passages ONLY ONCE. Therefore, to answer the questions you have to rely on what you remember from the passage and your notes. See also our Effective Note-Taking Strategies.
Summarize in writing what you have heard, using your notes. Thus, you will learn to find the purpose and main idea of the listening, and also the most important details. You will also learn to take and use notes. It also helps in improving your writing skills.
Familiarize yourself with the type of questions in TOEFL. Make sure that during the preparation you learn what answers are required by the different types of question. Some questions may ask you to provide two answers, others to click in a chart box. If you are familiar with the question types, you may save important time.
At the exam strategies
Forget about the Reading section. Now it is time to fully concentrate on the Listening section.
The clock is ticking only when you are answering the questions and not when you are listening to the passages. So, when you listen, forget about the clock.
Prepare for note-taking. Before the section starts, write down the words ‘main idea’, ‘major points’, and ‘important details’. Under which word you will place your notes from the listening passage.
Do not be distracted by the speaker’s accent, speaking style and delivery. Focus on the content and flow of information the speaker(s) deliver.
Listen to find clues that will help you understand what the speaker’s purpose, attitude and degree of certainty is. Listen for words that show relationship between ideas.
Pay attention to the visual materials. Some of the visual materials in the Listening section bring important information. Blackboards show important words or phrases that are discussed during the lecture. Illustrations and graphics support the information presented in the lecture. They are available only when the lecturer refers to them.
Answering is different. In the Listening section you may not return to the previous questions to correct your answers. Nevertheless, you have to confirm twice that you want to move to the next question. First, when you provide your answer you have to press the NEXT button. After pressing the NEXT button you may alter you answer. To move to the next question you have to press OK button. Sometimes test takers forget this and lose important time. Please, set your mind that you have to press two buttons.
Take a guess. There is no penalty for an incorrect answer in TOEFL. It doesn’t bring any points. If you see you are running out of time, just take a guess and mark answers for all remaining questions. There is 25 % chance to guess the right answer.

http://i-courses.org/listening-tips